Penulis:
Libratum,
Dipublish - 04 Jul 2026
Makassar, 4 Juli 2026 – UKM Pers Libratum menyoroti adanya dugaan gangguan keamanan siber pada website Fakultas Teknologi Informasi setelah beredar informasi bahwa halaman tersebut sempat menampilkan konten yang diduga mengarah ke situs judi online.
Apabila informasi tersebut terbukti benar, insiden ini menjadi perhatian serius karena website perguruan tinggi merupakan media resmi yang menjadi sumber informasi bagi mahasiswa, dosen, calon mahasiswa, dan masyarakat. Gangguan terhadap sistem website tidak hanya berdampak pada citra institusi, tetapi juga berpotensi membahayakan keamanan data dan kepercayaan publik.
UKM Pers Libratum menilai bahwa setiap dugaan peretasan perlu ditindaklanjuti melalui investigasi teknis oleh pengelola sistem informasi kampus. Langkah-langkah seperti pemeriksaan log server, identifikasi celah keamanan, pemulihan sistem, serta peningkatan pengamanan digital perlu dilakukan untuk memastikan penyebab insiden dan mencegah kejadian serupa.
Selain itu, transparansi informasi kepada sivitas akademika juga dinilai penting. Penyampaian informasi resmi mengenai kondisi website, proses pemulihan, serta langkah mitigasi akan membantu mencegah munculnya spekulasi di tengah masyarakat.
Sebagai media pers mahasiswa, UKM Pers Libratum mendorong seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu penjelasan resmi dari pihak fakultas maupun universitas. Prinsip akurasi, keberimbangan, dan verifikasi tetap menjadi landasan utama dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber, penguatan keamanan website institusi pendidikan menjadi kebutuhan yang mendesak. Evaluasi berkala terhadap sistem keamanan, pembaruan perangkat lunak, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan informasi merupakan langkah penting untuk menjaga integritas layanan digital kampus.
UKM Pers Libratum berharap apabila memang terjadi insiden keamanan siber, penanganannya dapat dilakukan secara cepat, transparan, dan profesional sehingga kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital kampus tetap terjaga.