img


Penulis: Libratum, Dipublish - 23 Feb 2026

Reformasi Polri? Seorang Pelajar di Maluku Tewas di Tangan Aparat!


...

‎Persmalibratum.com - Slogan "Melindungi dan Melayani" kembali dipertanyakan secara tajam. Pada 19, Februari 2026 di Kota Tual, Maluku. Berduka setelah seorang pelajar SMA tewas akibat tindakan brutal oknum aparat di lapangan. Tragedi ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan tamparan keras bagi institusi Polri yang hingga kini masih menggaungkan janji Reformasi.‎

‎Bagaimana mungkin seorang anak sekolah, yang masa depannya masih membentang luas, harus meregang nyawa di tangan mereka yang digaji oleh pajak rakyat untuk menjaga keamanan? Darah yang membasahi seragam putih abu-abu di tanah negara ini menjadi bukti nyata bahwa Reformasi Polri bukan hanya tidak terasa nyata tapi, jauh dari harapan masyarakat.

Janji Reformasi atau Sekadar Ilusi?

Publik kini menuntut pembuktian nyata dari komitmen reformasi internal Polri. Kehilangan nyawa seorang pelajar adalah harga yang terlalu mahal untuk sebuah "kesalahan prosedur" atau "aroganisme sektoral".

  • Tindakan Tegas, Bukan Sekadar Sanksi Etik: Masyarakat mendesak agar oknum yang terlibat diproses secara pidana terbuka, bukan hanya sekadar mutasi atau sanksi internal yang tertutup.
  • Evaluasi Total Penggunaan Kekuatan: Penggunaan kekerasan berlebih terhadap warga sipil, terlebih pelajar, menunjukkan adanya kegagalan dalam doktrin pengamanan di lapangan.
  • Keadilan Tanpa Pandang Bulu: Hukum tidak boleh tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Jika aparat melanggar hukum, mereka harus menerima konsekuensi hukum yang lebih berat karena telah mengkhianati amanat negara.

‎Suara Kita Adalah Senjata Keadilan

‎​Kita tidak boleh membiarkan tragedi di Maluku ini senyap ditelan waktu. Kematian seorang pelajar di tangan aparat bukan sekadar musibah, melainkan alaram bahaya bagi demokrasi dan kemanusiaan.